Gambar

Menjemput Keyakinan

Hujan pertama di sore hari tadi. Teduh dan tenang. Setelah terkejut karena ternyata mendung itu menjatuhkan bulir air hujan. Setelah sekian lama ditunggu. 🙂

Aku berbaring di depan pintu bersama ibu. Mengumpulkan kuasa untuk bangun dan bersiap memenuhi undangan pernikahan. Bukan hal tabu bagiku yang masih sendiri tentang pernikahan. Aku (seperti terlalu) santai menikmati kesendirianku seakan tidak memikirkan bagaimana masa pernikahan itu akan menghampiri. Hahaha. Terlihat begitu ya? Aku adalah seorang yang manipulatif kok.

Baca lebih lanjut

Pengulangan

Hai, sudah lama sekali ya.

Apa kamu baik-baik saja, Nanaas? Maafkan aku yang sudah lama tak berkunjung. Walaupun aku hampir 3 bulan lamanya tak menengok, aku sering memikirkan bahwa aku ingin kembali bercerita dan menikmati sisi lainku denganmu. Aku harap kamu selalu bahagia, Nanaas.

Nanaas, kamu tau kan aku sudah jarang berkunjung karena aku punya kegiatan berulang. Tetapi aku tak ingin menjadikannya alasan, maaf mungkin aku yang terlalu malas menuangkan isi pikiranku ke dalam tulisan di sini. Aku terlalu sibuk menikmati keramaian isi kepalaku. Hingga keramaian itu membuatku lelah dengan sendirinya.

Baca lebih lanjut
Gambar

Arjunaku~ (Part 2)

Lagi pandemi gini, raga serasa dipingit di rumah tapi ga dinikah-nikahin. Iya, itu namanya karantina mandiri, bukan karena ada calon suami. Hiyahiyahiya. Raga tetep di dalam rumah tapi pikiran berkelana keluar kemana-mana, Overthinking. Apa aja yang dipikirin termasuk di dalamnya tentang diri, teman, pekerjaan, pernikahan, dan semua-muanya. Yang paling banyak dapat perhatian untuk dipikirin adalah diriku sendiri. What’s wrong gitu.

Baca lebih lanjut

Pandemi Gini Ga Mudik? “Anti” Ga Asik :v

Yang ga mudik dan ga silaturahim siap-siap dapat label, kacang lupa kulit! Menolak Ingat Covid-19 😀

Clikbait padahal mau disclaimer dulu kalau aku ga mudik tahun ini setelah beberapa tahun yang lalu terakhir ga mudik. Biasanya, mudik adalah kegiatan yang sudah “dibiasakan” bagi perantau seperti orang tua aku, dan aku juga. Merantaulah maka kau akan tahu gimana rasanya ga bisa mudik karena kondisi global bukan personal. Lebih sakit.

Serba salah emang, mau mudik nanti disuruh belok kanan sama polisi yang lagi kerja ngurusin yang pada bandel tapi juga kalau ga mudik, lebaran jadi sempitan karena jangkauan keluarga ga seluas anak rantau. Complicated yegak, se-complicated mengingat MANTAN. Wqwq. Di-bold biar keliatan lebih terang aja gitu dan ga susah nyarinya untuk bahan sindiran. Aku udah bantuin loh. Bentuk terima kasih karena udah naikin statistik 😀

Baca lebih lanjut